Sejak dua hari terakhir, kabut asap sudah menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Lampung Utara, Lampung Barat, dan Mesuji. Bahkan, pada Sabtu (24/10). kabut asap sudah menyelimuti sebagian besar wilayah Kotabumi, Lampung Utara.
"Kabutnya sudah lumayan banyak, tetapi belum setebal di Riau. Jarak pandang juga masih mencapai ratusan meter. Yang pasti, sebagian besar wilayah Kotabumi sudah terpapar kabut asap" kata Suwardi, warga Kotabumi, Lampung Utara, Sabtu (24/10).
"Meski kabut asap sudah menyelimuti kota, warga belum memakai masker," imbuh Suwardi.
Imelda, warga Liwa. Lampung Barat. mengaku sejak Jumat (23/10) sebagian wilayah Liwa sudah diselimuti kabut asap.
"Mulanya saya mengira itu kabut biasa, karena Kota Liwa memang dataran tinggi dan sering berkabut. Tapi yang ini beda. Saya yakin itu kabut asap karena kabutnya lebih hitam atau pekat," katanya.
Imelda mengaku, meski kabut asap sudah menyelimuti sebagian wilayah Liwa, namun banyak warga yang belum menyadari.
"Mungkin banyak yang tidak sadar, karena menganggap itu adalah kabut biasa," kata bidan yang membuka praktik di Kota Liwa itu.
Hal yang sama juga diungkapkan Ramlan, warga Mesuji.
Ramlan mengaku meski tidak setebal di Riau, kabut asap di Mesuji sudah mulai mengangganggu. "Kami tidak tahu apakah ini murni berasal dari Mesuji atau kiriman dari Sumatera Selatan," kata Ramlan.
Selain di Lampung Utara, Lampung Barat, dan Mesuji, kabarya kabut asap juga menyelimuti sebagian wilayah Lampung Timur. Namun, belum ada kepastian di wilayah mana kabut asap terpapar di Lampung Timur.
Data di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung, menunjukkan adanya asap itu. Dari Red Green Blue (RGB) Citra Satelit Cuaca BMKG Lampung, diketahui pada Sabtu (24/10) angin bergerak dari arah timur menuju utara dan barat. Hal itu membuat sebaran asap terpantau di Mesuji, Tuba, dan Lamtim.
Arah angin itu memungkinkan kabut asap bergerak ke arah Pesawaran atau Bandarlampung. Dengan begitu, tak menghirankan jika kabut asap juga tampak terpapar di sekitar wilayah Bandara Radin Inten II, Branti, Lampung Selatan.
Bahkan, Bandara Radin Inten Lampung Selatan dan Bandarlampung juga mulai terkena dampak. Jarak pandang (visibility) di beberapa wilayah itu kini hanya 5–7 kilometer dari kondisi normal di atas 10 km. Untungnya, kondisi ini belum dinyatakan mengganggu alur penerbangan.
BMKG Lampung mencatat, pada 24 Oktober 2015 terdeteksi 36 titik api (hot spot) di Lampung.
Ke-26 titik api itu 8 titik api berada di Lampung Timur, 3 di Lampung Utara, 3 di Mesuji , 2 di Pesisir Barat , 2 di Tulangbawang Barat, 6 di Tulangbawang, dan 2 di Waykanan .
Berbeda dengan di Sumsel yang titik apinya umumnya bersumber dari pembakaran lahan gambut yang sudan berubah menjadi areal perkebunan sawit, titik api di Lampung kemungkinan besar berasal dari kebakaran (pembakaran) lahan.
Ayo kita bantu saudara kita yang terpapar asap.
Muamalat an.PKPU Lampung 357.000.1899
call center 07218013400
sms 085377646405
http://pkpulampung.blogspot.co.id/
twitter @pkpulampung

0 comments:
Post a Comment